Beirut,LiputanIslam.com-Wakil sekjen Hizbullah menyatakan, dia tidak berpikir bahwa Israel sanggup memulai perang atas Lebanon. Namun jika Tel Aviv berniat melakukannya, Hizbullah akan siap melawan.

Dilansir dari situs al-Ahed, Syekh Naim Qassim dalam sebuah acara televisi menegaskan agar hubungan Lebanon-Suriah kembali seperti semula. Menurutnya, Saad al-Hariri (PM Lebanon) dan sejumlah pihak lain menentang hal ini lantaran adanya tekanan dari AS.

Qassim berpendapat, AS berniat memanfaatkan Lebanon dan para pengungsi Suriah di negara itu sebagai alat untuk menekan pemerintah Damaskus.

“Suriah adalah jalur pernafasan darat dan ekonomi Lebanon. Kami akan berusaha untuk menguatkan hubungan dengan Suriah. Tidak kembalinya para pengungsi Suriah berkaitan dengan sikap PBB yang tunduk kepada AS dan Barat,”kata Qassim.

“Menurut info yang kami miliki, Suriah siap menerima kepulangan para pengungsi dari Lebanon, Yordania, dan Turki serta memfasilitasi mereka. Saya berharap, perdana menteri (al-Hariri) menunjukkan argumen terkait kepentingan Lebanon dalam hal kepulangan para pengungsi kepada pihak-pihak yang menekannya.”

Qassim juga membantah tudingan Netanyahu bahwa Hizbullah menguasai pemerintahan baru Lebanon. Ia berkata,”Hizbullah hanya membentuk 10 persen dari pemerintahan baru Lebanon. Kementerian Kesehatan adalah milik rakyat Lebanon, bukan untuk memberikan dukungan finansial bagi Hizbullah,”tegasnya.

Ia menyatakan, ada sebuah satgas yang telah dibentuk untuk mendampingi Menteri Kesehatan Lebanon. Qassim membantah tudingan AS bahwa Hizbullah akan mengimpor obat-obatan dari Iran.

Pemerintahan baru Lebanon akhirnya terbentuk setelah tarik ulur selama 9 bulan. Dalam pemerintahan sebelum ini, Hizbullah memegang kementerian olahraga dan industri. Sedangkan dalam pemerintahan baru, Hizbullah memiliki tiga pos di kementerian urusan parlemen, olahraga dan pemuda, serta kesehatan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*