Gaza,LiputanIslam.com-Seorang anggota kantor politik Hamas menegaskan, unjuk rasa damai al-Awdah akan terus berlanjut sampai Israel menerima kesepahaman yang diusung unjuk rasa tersebut.

“Para penjajah tak punya jalan lain kecuali menerima kesepahaman ini, baik secara sukarela atau terpaksa. Gaza tak akan menjadi santapan empuk untuk penjajah dan para antek mereka,”tandas Khalil al-Hayya.

“Kami akan melanjutkan perlawanan dan unjuk rasa damai ini. Gaza adalah simbol keteguhan dan ketabahan,”lanjutnya.

Al-Hayya menyatakan, program buatan AS yang dikenal dengan “Kesepakatan Abad Ini” adalah program untuk menghancurkan negara-negara Arab dan Islam.

“Ketika AS dan Zionis melihat Palestina adalah penghalang besar program ini, mereka mulai berusaha untuk menormalisasi hubungan dengan negara-negara Arab dan Islam,”ucapnya.

Dia menilai, sebagian pihak juga menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis guna melindungi takhta dan kekuasaan mereka, walau itu akan merugikan Palestina dan Masjid al-Aqsha.

Al-Hayya berpendapat, tindakan PLO yang menghentikan gaji untuk pegawai Gaza dan mengembargonya bertujuan untuk melemahkan perlawanan rakyat Palestina.

Serangan Israel terhadap para tawanan Palestina dianggap al-Hayya sebagai upaya penjajah untuk mengintimidasi para tawanan agar mereka tunduk kepada rencana-rencana Israel.

“Hamas tak akan membiarkan Israel menggunakan darah rakyat Palestina dan blokade Gaza sebagai ‘kayu bakar’ untuk kampanye pemilu mereka,”tandas al-Hayya.

Petugas penjara Israel pada 20 Januari lalu menyerang para tawanan Palestina di kamp penahanan Aufar dengan peluru plastik, gas air mata, dan anjing-anjing polisi. Sebanyak 150 tawanan Palestina dikabarkan terluka akibat serangan tersebut. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*