Washington,LiputanIslam.com-Dalam wawancara dengan kantor berita Sputnik, Fethullah Gulen menyatakan, Washington tak akan tunduk kepada kehendak Ankara.

Gulen, ulama oposisi Turki yang kini menetap di Amerika, mengomentari permintaan Turki agar Amerika menyerahkannya ke Ankara. Dia mengklaim, permintaan ini tak akan dipenuhi Amerika.

“Saya yakin, para presiden Amerika, baik dari Demokrat atau Republik, tak akan merespons permintaan ini. Mereka tidak akan mempermalukan Amerika dengan mengabulkannya,”ujar Gulen.

Dalam wawancara yang dilakukan beberapa hari setelah peringatan satu tahun kudeta 15 Juli di Turki ini, Gulen berbicara tentang dampak-dampak kebijakan Erdogan di negaranya. Dia mengatakan,”Saya khawatir, kecenderungan Erdogan untuk memperkuat kebijakan ambisiusnya dan berlepas tangan dari tanggung jawab, akan menyeret Turki kepada kekacauan dan krisis.”

“Munculnya dua kutub di tengah masyarakat telah meningkatkan permusuhan antara mereka. Masyarakat Turki sudah terbagi sebelum Erdogan berkuasa. Ada pertentangan antara muslim konservatif dan warga sekuler; antara Sunni dan Alawi; antara etnis Turki dan Kurdi; dan antara golongan Nasionalis dan sayap kiri. Namun, bukannya berkurang, ketegangan antarkelompok ini justru bertambah di masa Erdogan,”papar Gulen.

Soal janji-janji kampanye Erdogan tentang reformasi demokratis dan kebebasan, Gulen menilai rivalnya hanya memenuhi sebagiannya saja. Sementara dia justru menunda dialog dengan Uni Eropa terkait bergabungnya Turki dengan lembaga ini.

Gulen mengkritik reformasi yang dilakukan Erdogan di tubuh militer Turki pasca kudeta tahun lalu. Menurutnya, ini adalah langkah membahayakan dan bisa menjadikan militer Turki sebagai alat politik.

“Kini tak ada lagi instansi di Turki yang bisa menuduh Erdogan telah melanggar UUD Turki,”pungkasnya. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL