TelAviv,LiputanIslam.com-Ketua aliansi Blue and White yang baru terpilih untuk membentuk kabinet Israel mengaku, dirinya lebih memilih untuk berdiplomasi guna ‘menjinakkan’ Iran.

“Semua opsi tersedia di atas meja untuk mencegah Iran menjadi negara nuklir, meski saya selalu memprioritaskan diplomasi. Kita semua harus mengutamakannya (diplomasi). Namun, jika kita terpaksa, ada banyak opsi di atas meja. Ini bukan sekadar slogan. Saya tahu apa yang saya bicarakan,”kata Benny Gantz, seperti dilansir Times of Israel.

Baca: Di Tengah Gejolak Demonstrasi, PM Lebanon Putuskan untuk Mengundurkan Diri

Rezim Zionis adalah satu-satunya pemilik senjata nuklir di Asia Barat (Timteng). Hingga kini, lantaran mendapat pembelaan AS, Tel Aviv melarang pengawasan internasional atas program-program nuklirnya.

Gantz, yang dahulu merupakan kepala staf gabungan tentara Israel, dituding sebagian rival politiknya sebagai pendukung kesepakatan nuklir Iran (JCPOA).

Pada Rabu pekan lalu (23/10), Gantz ditugasi oleh Reuven Rivlin (presiden Israel) untuk membentuk kabinet. Setelah itu, dia mulai menemui para petinggi partai kunci di Knesset, parlemen Rezim Zionis.

Rivlin memberi tenggat waktu 28 hari kepada Gantz untuk membentuk kabinet koalisi. Jika ia gagal melaksanakan tugas ini, ada kemungkinan pemilu umum ketiga Israel akan diadakan. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*