Baghdad,LiputanIslam.com-Dilansir dari stasiun televisi al-Mayadeen, usai bertemu PM Irak, menhan AS menyatakan,”Pasukan kami memasuki wilayah Irak atau meninggalkannya dengan izin pemerintah Baghdad.”

Mark Esper menegaskan, semua statemen yang dikutip media soal tinggalnya pasukan AS di Irak adalah “tidak benar.”

Padahal beberapa jam sebelum jumpa pers Esper, Adil Abdulmahdi (PM Irak) menyatakan bahwa negaranya tidak mengizinkan pasukan AS tinggal di Irak.

Baca: Rusia dan Turki Sepakat Akhiri Konflik di Perbatasan Suriah

Menurut Abdulmahdi, pasukan AS yang sudah keluar dari Suriah, akan dipindahkan ke luar Irak, sebab keberadaan mereka di Irak tidak disetujui.

Ia menegaskan, kehadiran semua pasukan asing di Irak harus disetujui oleh pemerintah. Abdulmahdi mengatakan, Baghdad akan mengambil tindakan terkait masalah ini di level hukum internasional. Dia meminta agar PBB dan masyarakat internasional melaksanakan tugasnya dalam masalah ini.

Esper melakukan kunjungan mendadak dan tiba di Baghdad pada Rabu pagi (23/10) kemarin.

Kunjungan ini dilakukan kurang dari sehari usai terjalinnya kesepakatan Rusia-Turki terkait masalah utara Suriah. Moskow dan Ankara sepakat untuk menempatkan pasukan Suriah dan polisi militer Rusia di utara Suriah. Milisi Kurdi juga dituntut untuk segera meninggalkan perbatasan Suriah-Turki. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*