Paris,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Iran menyatakan, saran-saran presiden Prancis untuk mengurangi ketegangan terkait JCPOA sudah berada di jalur yang benar. Namun, masih ada banyak pekerjaan yang mesti dilakukan.

“Presiden (Emmanuel) Macron pada pekan kemarin menyampaikan sejumlah usulan kepada Presiden (Hassan) Rouhani. Kami berpendapat, saran-saran itu sudah di jalur yang benar, meski tidak bisa dipastikan kami akan berada di sana,”kata Mohammad Javad Zarif saat diwawancarai France Press, Jumat (23/8).

Baca: Pejabat Senior Iran Pastikan “Bavar 373” Lebih Baik daripada “S-300” dan “Patriot”

Zarif juga bicara soal perundingannya kemarin dengan Macron. Menurutnya, mereka berdua melakukan perundingan yang baik dan berbincang soal beberapa kemungkinan.

“Saat ini dia (Macron) berusaha berunding dengan para sekutu Eropa dan selainnya untuk melihat ke mana kami bisa berjalan,”tambahnya.

Hari ini (Sabtu 24/8) Macron menjadi tuan rumah bagi para pemimpin negara anggota G-7. Kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) adalah salah satu poros pembicaraan kelompok negara-negara industri ini.

Dalam wawancara tersebut, Zarif menyatakan keinginan Teheran agar sanksi-sanksi diringankan, karena telah menimbulkan tekanan berat atas rakyat Iran.

Dia menegaskan, tidak semua ‘kartu’ ada di tangan AS.

Zarif menyatakan, jika Teheran yakin bahwa Eropa bisa memulai komitmennya dalam JCPOA, maka Iran akan kembali ke komitmen awalnya dalam kesepakatan nuklir.

Kepada negara-negara Eropa, menlu Iran menandaskan bahwa masalah JCPOA bisa diatasi, walau tidak ada AS. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Ini Alasan Utama Trump Batalkan Serangan ke Iran

Zarif: Iran Akan Membuat Kejutan Jika AS Membuat Kejutan

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*