London,LiputanIslam.com-Komentar presiden AS tentang Boris Johnson memicu reaksi keras dari pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn.

Dilansir dari Reuters, Corbyn menyatakan, pendapat Donald Trump soal kelayakan Johnson (anggota konservatif parlemen Inggris) untuk menjadi perdana menteri Inggris adalah “intervensi yang tak dapat diterima.”

Tiga hari sebelum lawatan ke Inggris, Trump berkomentar tentang mantan menlu Inggris (Johnson). Kepada harian The Sun, dia berkata,”Menurut saya, Boris melakukan pekerjaannya dengan baik. Saya rasa, dia hebat.”

Trump menambahkan, para legislator konservatif lain mendukung Johnson untuk posisi perdana menteri, kecuali Michael Gove (menteri lingkungan hidup Inggris) yang mengkritik sikap Johnson terhadap Iran.

“Upaya Presiden Trump untuk memutuskan siapa perdana menteri Inggris, adalah intervensi yang tak bisa diterima dalam demokrasi negara kita,”kata Corbyn menanggapi statemen Trump.

“Perdana menteri baru Inggris tidak dipilih oleh presiden AS atau 100 ribu anggota nonresmi Partai Konservatif. Yang memilihnya adalah rakyat Inggris dalam sebuah pemilu,”lanjutnya.

Theresa May menyatakan akan mundur dari posisi perdana menteri Inggris pada 7 Juni mendatang. May mundur menyusul tiga kali kegagalannya mendapat dukungan parlemen untuk program Brexit.

Hingga kini,12 anggota parlemen Inggris menyatakan siap mengikuti pemilihan perdana menteri. Namun sebelum rakyat Inggris mengambil keputusan terakhir, jumlah kandidat akan dikurangi hingga menjadi dua orang.

Dalam lawatan terakhirnya ke Inggris pada 2018 lalu, Trump juga memuji Johnson. Dia memuji Johnson punya kemampuan yang diperlukan untuk menempati posisi perdana menteri.

Sejauh ini, Johnson sendiri belum berkomentar atas sanjungan Trump kepada dirinya. (af/yjc)

Baca:

PM Inggris Theresa May Putuskan untuk Mundur

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*