Brussel,LiputanIslam.com-Kelompok-kelompok pembela HAM di Belgia sudah beberapa lama mengecam peran Saudi dalam agresi ke Yaman. Mereka menuntut pemutusan hubungan dagang antara pabrik senjata negara ini dengan Saudi.

Menurut laporan kantor berita Belga, dengan adanya penentangan ini dan penyidikan pengadilan yang diajukan kelompok HAM pada 2017 lalu, pengadilan tinggi administratif Belgia pada Sabtu (30/6) mengeluarkan putusan pembatalan transaksi penjualan senjata perusahaan FN Herstal dengan Saudi.

Perusahaan FN Herstal, yang lebih dikenal dengan nama Fabrique Nationale, membuat berbagai macam senjata kecil hingga senapan mesin kaliber besar.

Saudi pada 2015 lalu telah menandatangani kesepakatan senilai 575 euro untuk membeli senjata dari perusahaan ini.

Ini bukan kali pertama masyarakat dunia mengecam Saudi akibat agresinya ke Yaman.

Beberapa waktu lalu, badan pengawas HAM PBB dalam statemen ‘yang berhati-hati,’ menyatakan bahwa Saudi bisa dianggap melakukan kejahatan perang, karena telah menghalang-halangi kapal pembawa bantuan kemanusiaan PBB ke daerah-daerah yang dikuasai pejuang Yaman.

Ban Ki-moon, mantan sekjen PBB, di masa-masa akhir jabatannya merilis laporan yang menyebut pelanggaran hak anak-anak dalam perang yang dilakukan Saudi.

Saudi secara terbuka mengancam akan menghentikan bantuan dana untuk PBB, jika laporan itu dimasukkan dalam arsip lembaga internasional tersebut. Ancaman itu membuat nama Saudi dicoret dari laporan.

Belakangan, Ki-moon mengaku bahwa ia terpaksa mencoret nama Saudi demi memenuhi anggaran pelaksanaan program-program PBB. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*