Doha,LiputanIslam.com-Menlu AS dalam pertemuan dengan rekan sejawatnya dari Qatar menegaskan, presiden AS ingin menyelesaikan krisis di Dewan Kerjasama Teluk (GCC), sebab keberlanjutan krisis ini hanya “menguntungkan Iran.”

Menurut situs Rai al-Youm, pernyataan Mike Pompeo ini berarti bahwa Qatar harus menuruti tuntutan empat negara pemblokadenya (Saudi, Bahrain, UEA, dan Mesir) dan bergabung dengan koalisi AS untuk melawan Iran.

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintahan Trump meningkatkan tekanan atas Qatar. Lawatan Jared Kushner dan Jason Greenblatt ke Doha, selain untuk membahas gagasan Trump soal perdamaian Israel-Palestina, juga bertujuan untuk membujuk Qatar ikut mengembargo Iran.

Rai al-Youm menilai, kemenangan Erdogan dalam pilpres Turki telah menguatkan posisi Qatar, sehingga Doha turut bersukacita atas kemenangan itu. Ini bukan hal aneh, karena selain Iran, Turki termasuk negara yang mendukung Qatar dalam menghadapi blokade negara-negara Arab. Bahkan Turki dikabarkan mengirim lebih dari 30 ribu serdadu untuk mencegah kemungkinan kudeta di Qatar.

Masalah yang kini dihadapi Qatar adalah tidak terburu-burunya empat negara pemblokade untuk menyelesaikan krisis ini, sebab mereka tidak terlalu dirugikan jika krisis ini berlanjut.

Rai al-Youm mengutip ucapan raja Bahrain bahwa solusi untuk krisis Qatar ada di Riyadh. Situs ini mengatakan, ini berarti bahwa amir Qatar harus pergi ke Riyadh dan menuruti semua atau sebagian tuntutan para pemblokadenya, seperti penutupan stasiun televisi al-Jazeera dan penghentian bantuan dana kepada kelompok-kelompok pergerakan Islam (seperti Ikhwanul Muslimin). Namun sepertinya Doha tidak akan menerima solusi ini, sebab itu akan menodai kedaulatan Qatar. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*