Washington,LiputanIslam.com-Menlu AS menanggapi kabar pembebasan kapal tanker pemuat minyak Iran, Grace 1. Dilansir dari Reuters, Mike Pompeo kepada Fox News mengatakan,”Sangat memprihatinkan bahwa kapan tanker Iran yang ditahan di Gibraltar dibiarkan keluar dari pelabuhan.”

Dia mengklaim, jika Iran mendapatkan laba dari muatan minyak tersebut, maka IRGC “akan memiliki uang dan sumber dana lebih banyak untuk melanjutkan aksi terorismenya.”

Baca: Iran Siap Kirim Kapal Perang Untuk Kawal Kapal Tankernya

Terkait masalah ini, kemenlu AS memberitahu pemerintah Yunani soal sikap kerasnya terhadap negara manapun yang membantu Grace 1.

Seorang pejabat kemenlu AS mengatakan kepada Reuters, Grace ! (yang mengubah namanya menjadi Adrian Darya) tengah menuju Yunani. Dia berkata, upaya apa pun untuk membantu Grace 1 “sama saja dengan memberikan bantuan materi kepada organisasi teroris asing yang tercantum dalam daftar hitam AS.”

Kabar bahwa Grace 1 tengah menuju Yunani dikonfirmasi juga oleh situs Marine Traffic. Menurut situs ini, Grace 1 menuju pelabuhan Kalamata di selatan Yunani.

Tanker yang memuat minyak Iran itu dibebaskan, walau AS, seperti diutarakan pejabat Gibraltar, menghendaki agar tanker itu disita. Permintaan Washington ini tetap tidak digubris dan Grace 1 dibiarkan keluar dari pelabuhan Gibraltar. (af/alalam/mehr)

Baca Juga:

AL Iran: Pembebasan Kapal Tanker Inggris Tak Ada Kaitanya Dengan Kapal Tanker Iran di Gibraltar

Gibraltar Acuhkan Permintaan AS untuk Tahan Tanker Iran

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*