Baghdad,LiputanIslam.com-Seorang komandan al-Hashd al-Shaabi mengabarkan, ISIS dan AS berupaya untuk menyusup ke kawasan Khanaqin di dekat perbatasan Iran.

Jabbar al-Maamuri dalam konferensi pers mengatakan, AS berniat untuk memasuki bagian dari daerah Hamrin yang terletak di provinsi Diyala d timur Irak.

Menurut Baghdad al-Yaum, pasukan AS bertujuan untuk melaksanakan instruksi Donald Trump untuk mengawasi pergerakan Iran.

Baru-baru ini presiden AS menyatakan, dia akan menarik pasukan negaranya dari Suriah. Namun pasukan AS akan dipertahankan di Irak guna mengawasi Iran. Statemen ini memicu protes dari berbagai kalangan politik, pejabat Irak, dan Ayatullah Ali Sistani (rujukan kalangan Syiah di Irak).

Al-Maamuri berpendapat, AS akan menggunakan wilayah Irak sebagai titik untuk menyerang negara tetangga (Iran). Namun semua orang Irak menolak upaya AS tersebut.

Seiring dengan statemen Trump untuk menarik pasukan dari Suriah, ISIS berusaha untuk menyusup ke kawasan Khanaqin yang terletak dekat perbatasan Iran.

“Yang terjadi ini bukan kebetulan, sebab Khanaqin adalah daerah aman dalam beberapa tahun terakhir. ISIS menyusup untuk membuat kekacauan di daerah ini, sehingga bisa menjadi alasan bagi AS untuk kembali ke Hamrin, yang meliputi kota-kota besar seperti Jalula, al-Saadiyah, dan Khanaqin,”ucap al-Maamuri.

Menurutnya, AS berusaha untuk berada di pangkalan Cobra di sekitar al-Saadain, karena pangkalan ini lebih strategis daripada pangkalan Ain al-Asad.

Cobra adalah salah satu pangkalan militer terpenting pasukan AS di Diyala, yang telah diserahkan kepad tentara Irak. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*