Washington,LiputanIslam.com-Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert, melayangkan ancaman akan memberlakukan embargo atas Irak. Ancaman ini dilontarkan menyusul statemen terbaru Haider Abadi (PM Irak) bahwa Baghdad tak akan mengikuti embargo AS atas Iran.

Dalam sebuah konferensi pers yang kemudian diliput oleh media-media Irak, Rabu (15/8), Nauert memperingatkan bahwa jika pemerintah Baghdad tidak bersedia tunduk terhadap embargo anti-Iran, maka Irak akan menjadi target embargo selanjutnya.

“Anda tahu peringatan dari kami soal Iran dan menjalin kesepakatan dagang dengan negara ini. Kami akan tetap menjatuhkan hukuman kepada negara-negara yang melanggar embargo ini,”ujar Nauert.

Pemerintah Trump secara sepihak keluar dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA). Bertentangan dengan hukum internasional, terutama resolusi 2231 PBB, Washington juga mengambil sejumlah kebijakan anti-Iran.

Sebelum ini, PM Irak menyatakan akan berkomitmen pada embargo AS atas Iran. Namun, setelah adanya kecaman luas dari para tokoh politik, partai, dan opini umum Irak, Abadi lalu meralat statemennya. Dia mengaku, pernyataannya telah disalahpahami dan bahwa yang ia maksud adalah tidak bertransaksi dengan dolar, sebab itu adalah wewenang Washington. (af/alalam/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*