MoskowMoskow, LiputanIslam.com — Alexei Pushkov, Kepala Komiter Luar Negeri Rusia turut berkomentar atas eksekusi dari Syaikh Nimr Baqir al-Nimr yang dilakukan rezim Arab Saudi. “Eksekusi sensasional di Arab Saudi menunjukkan bahwa mereka mencoba untuk membentuk ‘Koalisi Anti-Syiah’, bukan koalisi anti-ISIS,” jelasnya.

Seperti diketahui, Syaikh Nimr dieksekusi bersama 46 orang lainnya dengan tuduhan melakukan terorisme.

Sementara pada Desember 2015 lalu, Arab Saudi mengumumkan bahwa 34 negara-negara Muslim membentuk Koalisi Anti-Teror.

Selama ini, Syaikh Nimr memang vokal melontarkan kritik kepada penguasa Arab Saudi. Namun ia tidak pernah mengangkat senjata, ataupun memprovokasi masyarakat untuk mengangkat senjata. Ia menyerukan kebebasan, agar masyarakat bisa hidup tanpa rasa takut.

“Sejak 100 tahun yang lalu, kita dihadapkan pada penindasan, kezaliman dan ketakutan. Kita dilahirkan dalam suasana ketakutan, bahkan kita takut terhadap dinding sekalipun,” ujar Syaikh Nimr, dalam salah satu ceramahnya.

“Saya berusia 55 tahun, lebih dari setengah abad. Sejak saya lahir hingga saat ini, saya tidak pernah merasakan aman di sini. Senantiasa ada tuduhan yang diarahkan.”

“Ketika saya ditahan, mereka berkata kepada saya,’kamu Syiah harus dibunuh semuanya’. Inilah pemikiran mereka, itulah yang dikatakan pemerintah provinsi Timur kepada saya. Mereka masih mencari cara untuk melakukan pembunuhan massal. Silahkan jika mereka mau mencobanya. Kami semua masih di sini. Darah kami tidak ada nilainya dibandingkan nilai-nilai yang kami pegang. Kami tidak takut mati. Kami rindu mati syahid,” ucap Syaikh Nimr berapi-api. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL