Islamabad,LiputanIslam.com-Dalam beberapa tahun terakhir, Pakistan enggan melibatkan diri dalam perselisihan antara Iran dan Saudi. Islamabad berusaha untuk bersikap netral di hadapan dua rival regional ini.

Institut Atlantic memuat tulisan tentang hubungan Pakistan dengan Iran dan Saudi pada Minggu (3/3). Dalam tulisan ini disebutkan, Pakistan membutuhkan bantuan finansial dan Saudi punya sarana yang diperlukan untuk memberikan bantuan tersebut.

Dalam situasi seperti ini, apakah Pakistan, dengan melihat kondisi regional dan keterbatasan politis yang rumit, akan menerima ‘kedermawanan’ Saudi?

Meski Pakistan tidak bersedia mengirim pasukan ke Yaman, namun Muhammad bin Salman berkomitmen untuk menanam modal senilai 20 milyar dolar di negara tersebut.

Tampaknya Pakistan berharap agar Iran memaklumi situasi ekonomi sulit yang tengah dihadapinya.

Dubes Iran baru-baru ini menyatakan, investasi negara-negara Arab di Islamabad adalah topik internal Pakistan, dan Teheran tetap menghormati kedaulatan Islamabad.

Menurut orang-orang dekat Imran Khan (PM Pakistan), tak ada batasan terkait dengan hutang dan investasi Saudi di negaranya. Dalam beberapa bulan terakhir, Saudi berupaya mengeratkan hubungan dengan Pakistan. Dalam rangka ini, Saudi membebaskan ribuan tahanan Pakistan dan menambah kuota haji Pakistan dari 184 ribu menjadi 200 ribu orang.

Namun, hal yang sangat dikhawatirkan orang-orang Pakistan adalah, investasi ini tidak sejalan dengan kebutuhan-kebutuhan Islamabad, tapi lebih berkaitan dengan krisis politik yang dihadapi Riyadh. Pakistan butuh uang, sedangkan Bin Salman perlu memperbaiki citranya di mata dunia.

Pakistan berusaha untuk menjaga keseimbangan dalam berhubungan dengan Iran dan para rivalnya. Kendati kebijakan negara ini pada periode awal pemerintahan Nawaz Sharif tidak bertujuan untuk memperluas hubungan dengan Iran, namun hubungan bilateral keduanya juga tidak melemah. Sepertinya Imran Khan juga mustahil akan mencederai hubungan Islamabad-Teheran.

Para pejabat Pakistan mengaku, Saudi tidak punya agenda tersembunyi dalam investasi mereka. Mereka mengklaim, investasi Riyadh tak ada kaitannya dengan Teheran. Namun, jika terbukti sebaliknya, hal ini akan membuat Imran Khan kesulitan, sebab Riyadh akan meminta Islamabad untuk kembali berperan dalam agresi ke Yaman.

Teheran akan selalu mengawasi hubungan Islamabad-Riyadh. Iran ingin melihat apakah kerjasama militer Pakistan-Saudi akan meningkat atau tidak, atau apakah Pakistan akan mengirim pasukan ke Yaman atau tidak.

Pengiriman pasukan ke Yaman tentu akan merugikan pemerintahan Imran Khan, sebab agresi ke Yaman tidak mendapat dukungan rakyat Pakistan, yang seperlima warganya adalah kalangan Syiah. (af/alalam/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*