Riyadh,LiputanIslam.com-Menteri penasihat urusan luar negeri Saudi dalam wawancara dengan stasiun televisi AS menyatakan, dilarangnya penjualan senjata AS kepada negaranya akan membuat Iran “semakin berani.”

Saat diwawancarai CBS News, Adel al-Jubeir menyesalkan reaksi kongres AS terhadap kasus pembunuhan Jamal Khashoggi dan agresi ke Yaman. Kongres AS dikabarkan akan melarang penjualan perangkat perang kepada Riyadh.

Dia mengkritik Bob Menendez (anggota legislatif AS) atas rencana di atas. Al-Jubeir mengatakan, pengesahan draf Menendez adalah sebuah kemenangan bagi Iran dan program-programnya di Timur Tengah.

“Aneh jika anggota Kongres berniat mengekang para sekutunya, seperti Saudi, padahal kami berupaya untuk memerangi kelompok-kelompok teroris,”ujarnya.

Menendez (dari Partai Demokrat) pada pekan lalu mengajukan draf yang melarang penjualan peralatan perang modern AS kepada Saudi. Dia juga menuntut AS agar menghentikan pasokan bahan bakar kepada jet-jet Saudi yang menyerang Yaman.

Terkait perang Yaman, al-Jubeir mengklaim Riyadh tidak menghendaki perang tersebut.

“Ini (perang Yaman) bukan pilihan kami; ini bukan perang yang kami kehendaki. Namun kami tak bisa membiarkan kelompok teroris sekutu Iran dan Hizbullah berkuasa di negara strategis seperti Yaman,”ucapnya.

“Jika draf ini disahkan Kongres, ini hanya menguntungkan orang-orang yang meneriakkan slogan ‘mampus Amerika’ di Teheran.” (af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*