TelAviv,LiputanIslam.com-Moshe Yaalon, mantan menteri perang Israel, melayangkan kritik terhadap Benyamin Netanyahu. Perdana menteri Rezim Zionis dikritik lantaran mengaku bertanggung jawab atas serangan udara ke Suriah, itu pun dilakukannya menjelang pemilu parlemen di Israel.

Menurut Yaalon, yang pernah menjadi anggota kabinet Netanyahu, PM Israel ini berusaha mengesankan dirinya sebagai orang tangguh. Ini dilakukannya karena ia sedang menjalani investigasi serta menghadapi penentangan dari partai moderat dan kiri Israel.

“Sayangnya kini semua tergantung pada posisi politis Netanyahu. Apa gunanya mengumumkan peran Tel Aviv dalam serangan (ke Suriah)? Adakah orang yang bisa menjelaskan manfaatnya kepada saya, selain keuntungan politik?”kata Yaalon saat diwawancarai Radio Israel, Senin (21/1).

Menurutnya, usai Netanyahu pada dua pekan lalu menyatakan bertanggung jawab atas salah satu serangan, kini tentara Israel tak punya jalan lain kecuali menyatakan tanggung jawab atas serangan-serangan lain.

Media-media Suriah pada tengah malam Selasa (22/1) mengabarkan terdengarnya suara ledakan di langit Damaskus, menyusul ditangkisnya serangan udara Rezim Zionis ke ibukota Suriah.

Israel dikabarkan menyerang sejumlah pusat militer di sekitar bandara Damaskus, kawasan al-Kiswa di selatan kota, dan sejumlah tempat di Quneitra dan Suwayda di selatan Suriah.

Sistem pertahanan udara Suriah mampu menangkal serangan Israel dengan efektif dan menggagalkan terwujudnya tujuan-tujuan Rezim Zionis. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*