Washington,LiputanIslam.com-Pertemuan OAS (Organization for American States) pada Kamis (24/1) yang dihadiri menlu AS diusik oleh seorang aktivis antiperang. Medea Benjamin menyuarakan penentangannya terhadap intervensi Washington dalam urusan pemerintahan Venezuela.

Benjamin adalah aktivis antiperang AS yang mendirikan kelompok bernama Code Pink. Dalam beberapa tahun terakhir, ia menentang kebijakan perang yang dianut negaranya. Dia juga kerap mengacaukan pertemuan para petinggi AS, termasuk presiden dan pejabat lainnya.

Dalam pertemuan OAS itu, Mike Pompeo melalui pidatonya ‘menyerang’ Nicolas Maduro, presiden sah Venezuela. Dia meminta agar negara-negara dunia mendukung Juan Guaido, pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden negara tersebut.

Hanya beberapa detik usai pidato Pompeo selesai, Benjamin mengacungkan papan bertuliskan:”OAS, jangan dukung kudeta di Venezuela.”

“Jangan dengarkan omongan Pompeo. Kudeta bukanlah cara untuk menjalankan periode transisi demokratis,”teriak Benjamin kepada para hadirin.

Dia juga menyatakan, AS menyokong rezim-rezim diktator di Saudi dan Mesir, dan kini akan melancarkan kudeta di Venezuela.

Aparat keamanan segera membawa Benjamin keluar dari ruangan, namun teriakannya masih berlanjut. Saat dibawa paksa keluar ruangan, ia terus meminta hadirin agar tidak mendukung upaya kudeta di Venezuela.

Washington secara terang-terangan menyatakan dukungan kepada Guaido. Bahkan AS mengkhususkan bantuan senilai 20 juta dolar sebagai bentuk sokongan untuk kelompok oposisi Venezuela. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*