LiputanIslam.com-Sampah plastik di lautan kita membahayakan kehidupan rantai makanan, dari mulai kepiting hingga paus, bahkan bakteri hingga manusia. Terdapat lima spesies laut yang terimbas dampak adanya timbunan sampah plastik di lautan kita.

Pertama, burung laut. Para ilmuwan dari Universitas Tasmania melaporkan pada minggu lalu bahwa konsumsi plastik berdampak negatif pada kesehatan burung laut sehingga hampir terancam punah. Studi tersebut menyatakan bahwa burung yang memakan plastik di lautan akan terhambat pertumbuhannya dan mengalami penurunan fungsi ginjal. Karena memakan plastik di lautan, lebih dari satu juta burung laut diperkirakan mati setiap tahunnya.

Kedua, penyu. Sebuah studi dari Universitas Exeter tahun 2017 menunjukkan bahwa ratusan kura-kura laut mati setiap tahun setelah mereka terjerat dalam barang-barang yang terbuat dari plastik seperti jala ikan yang hilang atau dibuang atau tempat untuk enam bungkus bir. Tahun lalu, para ilmuwan Exeter mendeteksi mikroplastik di perut setiap spesies penyu di Samudra Atlantik dan Pasifik serta Laut Mediterania, dan juga di lokasi bersarangnya tempayan dan penyu hijau, yang berpotensi memengaruhi pembiakan penyu. Saat mikroplastik menyerap panas, kehadiran mereka dapat meningkatkan suhu inkubasi sarang, membuat rasio jenis kelamin perempuan penyu cenderung lebih rendah.

Ketiga, Paus bergigi. Paus bergigi sering tanpa sengaja menelan potongan besar plastik saat berburu, lalu menyumbat sistem pencernaan mereka. Awal tahun ini, para peneliti dari sebuah museum sejarah alam di Kota Davao di Filipina menemukan mayat paus paruh Cuvier yang berisi 40 kg plastik di perut dan ususnya. Para ilmuwan di Florida juga menemukan kantong plastik dan balon di perut anak lumba-lumba bergigi kasar , yang kemudian ditidurkan.

Baca juga: Bahaya Plastik Sekali Pakai untuk Keberlanjutan Bumi

Keempat, kepiting. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 oleh para ilmuwan dari Universitas Exeter menetapkan bahwa plastik mikro dapat memasuki tubuh kepiting melalui insang mereka, serta dengan menelan. Para ilmuwan percaya ini juga terjadi pada makhluk laut lainnya, termasuk ikan.

Kelima, Bakteri. Polusi plastik juga mempengaruhi bakteri laut, para ilmuwan dari  Universitas Macquarie di Australia melaporkan awal tahun ini. Pengujian mereka menunjukkan bahwa “paparan bahan kimia pencucian dari polusi plastik mengganggu pertumbuhan, fotosintesis dan produksi oksigen Prochlorococcus. Bakteri fotosintetik ini sangat penting karena menghasilkan 10% oksigen yang kita hirup di alam. (Ay/Guardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*