LiputanIslam.com-Demi Kurangi Emisi Karbon, Para Aktivis Iklim di Skotlandia Serukan Larangan Mobil Bensin dan Diesel Beroperasi. Para aktivis yang tergabung dalam 19 kelompok pecinta lingkungan, sipil, perusahaan, dan pebisnis tersebut mendesak pemerintah untuk secara tegas ikut menyelesaikan persoalan pemanasan global.

Sebelumnya, Inggris telah melarang penjualan semua mobil bensin dan diesel mulai tahun 2040. Skotlandia pun menyetujui kebijakan bersih emisi CO2 tahun 2045.

Claire Mack, Kepala Eksekutif Scottish Renewables, sebuah badan industri perusahaan energi mengatakan, “Kami sudah menyaksikan sendiri efek dari perubahan iklim, dan sekarang adalah saat ketika kita harus mempercepat respon kita jika kita ingin menghindari efek terburuk dunia dan mengamankan banyak manfaat sosial dan ekonomi kita dengan pindah ke ekonomi yang netral iklim.”

Baca juga: Dampak Perubahan Iklim Kian Kritis, Negara Kepulauan Dunia Harus Bersatu Menanggulanginya

Para aktivis tersebut telah merekomendasikan 12 poin, beberapa poin antara lain:

1. mobil bensin dan diesel di semua pusat kota pada tahun 2030.

2. Menetapkan empat kesepakatan investasi kota hijau rendah karbon.

3. Dana 100 juta euro untuk pertanian tanpa karbon.

4. Rencana tata guna lahan regional untuk memaksimalkan peran pedesaan dalam mengurangi emisi CO2.

5. Kampanye publik untuk mempromosikan diet rendah daging dan susu yang ramah iklim.

Pemerintah Inggris berharap bisa dipilih sebagai tuan rumah dalam forum pembicaraan iklim global COP26 tahun depan.

Pemerintah Skotlandia membelanjakan puluhan juta poundsterling untuk berbagai proyek elektrifikasi jalan dan rel, untuk efisiensi energi bahan bakar, namun belum memberikan dampak pengurangan emisi CO2 dari transportasi dan pertanian. Sementara penggunaan bus transportasi umum pun menurun. (Ay/Guardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*