Sumber: Mongabay

LiputanIslam.com — Melalui festival kendaraan hias di Jalan Tugu Kota Malang, Jawa Timur pada akhir Agustus 2019 lalu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang menghadirkan konsep daur ulang sampah menjadi kompos berguna dan aneka kreasi seni yang menarik.

Total 107 kendaraan hias mengikuti festival. Ia berasal dari organisasi pemerintah daerah, kantor kelurahan, kantor kecamatan, kelompok masyarakat, sekolah dan perbankan.

Wali Kota Sutiaji mengatakan, festival kendaraan hias ini sudah tahun kelima. Ia menghadirkan karakter dan kearifan lokal Malang dengan memadukan unsur tradisi dengan modern, terutama kreasi bunga hias dan bahan baku daur ulang.

“Melalui festival kendaraan hias kami mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Mengolah dan mengurangi sampah,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Lilis Furqoniah Hayati.

Dia mengajak masyarakat mengurangi penggunaan sampah plastik yang sulit terurai dan memanfaatkan sampah plastik menjadi kreasi seni menarik, seperti pakaian kedua raja dan ratu lingkungan hidup yang didaur ulang dari tas kresek. Juga ajakan mengolah sampah jadi bisnis menguntungkan, seperti pakaian, kendaraan hias, tempat sampah, gerobak, tas, mahkota, dan lainnya.

Seorang pengrajin dari Malang bernama Muhammad Taufiq Shaleh Saguanto telah berhasil menyulap botol plastik bekas menjadi karya indah dengan modal awal Rp 50 ribu saja.

Pengusaha konveksi dan pelatih bisnis ini kerap mendaur ulang mainan atau barang bekas jadi sesuatu yang memiliki nilai dan fungsi. Dia mendesain, beragam miniatur dalam karya menarik. Kini, dia telah menciptakan 600 desain miniatur motor, pesawat, kapal, mobil hingga robot.

Sumber: Mongabay

“Kreasi ini temuan tanpa sengaja. Bagaimana membuat usaha tanpa modal,” katanya.

Kini, Taufiq fokus memberikan pelatihan bisnis maupun pelatihan mengurangi sampah plastik, seperti melatih guru agar mengajarkan ke siswa. “Fokus mengajarkan sebanyak-banyaknya kepada siapa saja. Sudah melatih 3.000 orang,” katanya.

Baca juga: Nestapa Indonesia: Sasaran Impor Sampah Negara Maju

Taufiq juga mendirikan Museum and Education Hot Bottle di Brawijaya Edupark. Ruangan seluas lapangan bola voli ini memajang 70-an karya desain Taufiq. Miniatur sepeda, motor gede, dan mobil sport dipajang di meja pamer. Rak susun juga dipenuhi aneka miniatur mobil, motor, vespa dan kapal layar. (Ay/Mongabay)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*