Tehran,LiputanIslam.com—Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menyebut penghapusan dolar AS dari transaksi perdagangan luar negeri merupakan cara yang efektif untuk menggagalkan sanksi ekonomi Amerika melawan Iran.

Dalam sebuah pidato pada Hari Industri dan Pertambangan Nasional, Senin (1/7) kemarin, Zarif menyerukan upaya kolektif untuk melawan tekanan ekonomi AS terhadap Iran.

Ia mengecam AS karena menggunakan sanksi ekonomi sebagai alat untuk menekan negara Iran. Zarif menjelaskan bahwa AS memang berencana untuk merusak ekonomi Iran dengan cara mengganggu pasar mata uang asing.

Iran dan negara-negara lain tengah berusaha mengurangi ketergantungan mereka pada dolar AS demi mencegah kerugian ekonomi. Iran dan Turki,  contohnya, 35% perdagangan mereka telah dilakukan menggunakan mata uang rial dan lira.

Bahkan Uni Emirat Arab dan India, dua mitra dagang utama AS, telah mulai meninggalkan dolar AS sebagai bagian dari transaksi perdagangan.

“Sekutu terdekat AS ingin menjauhkan diri dari negara itu (AS) dalam hubungan ekonomi,” kata Zarif, menekankan bahwa Iran harus mengandalkan kapasitas internal untuk mengembangkan produksi nasional dan mengurangi ketergantungan pada negara lain.

“Iran tidak akan menyerah pada tekanan. Dunia harus tahu bahwa sanksi semacam itu tidak boleh mengancam orang Iran, ”pungkasnya.

Pada bulan April 2018, kabinet Iran menyetujui rencana penggantian dolar AS dengan euro untuk melaporkan jumlah mata uang asing.

Nilai mata uang asing mulai meningkat di Iran setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 pada Mei 2018 dan mengumumkan rencana untuk gelombang sanksi baru terhadap Republik Islam.

Baca: Rusia Tidak Heran Iran Perkaya Cadangan Uraniumnya

Permintaan dolar di kalangan rakyat Iran menguat. Mereka khawatir nilai aset mereka turun dan harga barang-barang meninggi.

Tetapi negara itu segera mengambil langkah cepat guna mempertahankan nilai mata uang nasional.

Akhir tahun lalu,  nilai rial terhadap dolar AS kembali membuat setelah Bank Sentral Iran (CBI) meluncurkan paket peraturan baru tentang perdagangan mata uang asing yang mencabut larangan aktivitas pasar uang.(fd/Tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*