Yerusalem, LiputanIslam.com–Puluhan warga Palestina menggelar aksi protes terhadap rencana pengahancuran massal desa Sur Baher, Yerusalem timur, oleh rezim Israel.

Aksi ini diikuti oleh sekitar 50 warga di desa Sur Baher pada Sabtu (20/7).

Menurut laporan Associated Press, berdasarkan laporan saksi mata, pasukan Israel segera menyerbu desa ini dan menggunakan gas air mata dan granat setrum untuk membubarkan massa.

Rezim Zionis berencana meruntuhkan 10 bangunan milik warga Palestina dengan alasan bangunan tersebut berada terlalu dekat dengan tembok Israel. Tembok yang dibangun sejak tahun 2000 itu merupakan dalih bagi rezim untuk mengusir para demonstran Palestina yang memprotes pendudukan dan agresi terhadap desa mereka.

Pada bulan Juni lalu, pengadilan tertinggi Israel menolak petisi dari pemilik bangunan untuk membatalkan penghancuran. Batas waktu bagi penduduk untuk meninggalkan rumah mereka berakhir pada hari Jumat.

“Saya tidak punya tempat lain untuk tinggal. Saya tidak punya alternatif,” kata Ismail Obeideh, pemilik salah satu rumah sekaligus ayah dari enam anak, seperti dilansir dari Reuters.

Rezim Israel mengklaim para pemilik bangunan ini tidak memiliki “izin membangun”. Namun, Obeideh dan penduduk Sur Baher lainnya mengaku tidak memerlukan izin Israel untuk membangun rumah mereka karena mereka telah menerima izin dari Otoritas Palestina. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*