Yerusalem, LiputanIslam.com–Kunjungan Penasehat Keamanan Nasional AS, John Bolton, ke Kota Tua Yerusalem al-Quds direspon dengan kemarahan oleh warga Palestina.

Bolton terkenal sebagai pendukung besar rezim Israel yang melakukan penjajahan brutal kepada rakyat Palestina.

Ia mengunjungi Tembok Barat dan wilayah sekitarnya pada Minggu (6/1)  sebelum bertemu dengan PM Israel Benjamin Netanyahu.

Sekjen Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, mengecam kunjungan itu, dengan alasan tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan mempromosikan “pelanggaran hukum.”

“Perilaku ini tidak akan mengubah fakta bahwa Yerusalem Timur (al-Quds) adalah wilayah yang dijajah dan merupakan ibukota negara Palestina,” tulis Erekat dalam laman Twitter-nya.

Bolton melakukan kunjungan ini dengan ditemani rekannya dari Israel, Meir Ben-Shabbat, Duta Besar Israel untuk AS Ron Dermer, dan Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman.

Menurut Erekat, isu kedaulatan Israel atas wilayah pendudukan Yerusalem merupakan masalah politik dan bukan agama. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*