Kabul, LiputanIslam.com–Masyarakat Afghanistan menunjukkan tingkat pesimisme yang tinggi terkait masa depan negara mereka, di mana krisis dan serangan kemanusiaan tidak pernah berakhir sejak invasi AS.

Dalam sebuah survei Gallup yang dirilis pada Jumat (26/10/18), warga Afghan dari berbagai latar belakang ditanya tentang tingkat harapan hidup dalam 5 tahun ke depan. Rata-rata menjawab di angka 2,3 dari 10.

“Hampir tidak ada warga Afghan yang melihat situasi ekonomi negara mereka akan membaik di masa depan. Tahun ini, hanya 4 persen yang mangaku standar kehidupan mereka membaik; ini lebih rendah dari angka terendah survei Gallup dari negara manapun sejak 2006, termasuk dari negara-negara miskin di Afrika dan Asia,” demikian pernyataan dari Gallup.

Badan survei ini menyimpulkan bahwa penemuan ini “menunjukkan berapa buruknya perputaran kemiskinan dan kejahatan yang dihadapi warga Afghan sehari-hari,”

Gallup melakukan survei ini pada bulan Juli dengan cara wawancara tatap muka dengan 1.000 warga Afghan.

Hasilnya dipublikasikan pasca masa-masa pemilu legislatif Afganistan yang diwarnai kekerasan pada minggu lalu.

Di negara ini, lebih dari 8.000 orang kehilangan nyawa atau terluka antara Januari hingga September tahun ini. Pemerintah Afghanistan menyalahkan kelompok militan Taliban atas tingginya angka kematian. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*