Sumber: Republika

LiputanIslam.com — Terkait foto sejumlah siswa-siswi SMKN 2 Sragen Jawa Tengah yang memegang bendera HTI dan bendera Palestina viral di media sosial. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan tidak akan memberi ampun kepada guru dan pelajar di SMK tersebut yang terbukti serta terlibat pengibaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, foto itu diambil saat acara pelantikan anggota organisasi Rohani Islam di sekolahan setempat pada 6 Oktober lalu.

“Sedang kami dalami, ada dugaan oknum guru yang terlibat dalam pengibaran bendera itu, saya sudah cek medsosnya dan lainnya. Kalau memang terbukti melanggar dan ada faktor kesengajaan, saya tidak ada ampun soal itu,” kata Ganjar saat ditemui usai acara Rapat Forkompimda di Hotel UTC Semarang, Kamis (17/10).

Ganjar telah menerjunkan tim khusus ke sekolah tersebut untuk menggali informasi. Ganjar mengaku tidak mau bertindak gegabah dalam mengambil keputusan terkait pengibaran bendera HTI dengan tetap meminta klarifikasi dari sejumlah pihak terkait, baik dari pelajar, kepala sekolah maupun oknum guru terkait kejadian yang sempat viral di media sosial itu.

Menurut dia, guru dan pelajar tersebut saat ditanya rata-rata memberikan jawaban kalau mereka tidak tahu, meminta maaf, dan mengaku khilaf.

“Ya rata-rata kalau ditanya, jawabannya kan kita mesti hati-hati kalau mereka mengatakan ‘kami tidak tahu kok’, ‘kami maaf’, ‘kami khilaf’, biasanya begitu kan,” katanya.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris AZ dan Istrinya di Sragen Jateng

Menurut dia, ada urutan untuk mengindikasikan apakah seorang guru terpapar radikalisme atau tidak terpapar radikalisme.

“Urutannya, apa sih kegiatan yang dilakukan, kegiatannya rutin atau tidak, berapa bukti yang ada, sehingga tidak bisa kita selalu mengatakan ‘kamu radikal’ hanya satu kali tindakan. Nah, hari ini mulai kita ketahuan karena apa? Karena ternyata media sosialnya menjadi jejak digital yang tidak hilang, ketika mereka mengatakan tidak, hari ini ada, dan itu ada di mana-mana,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya tidak mau kecolongan sehingga kasus tersebut saat ini masih didalami. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*