Aleppo, LiputanIslam.com—Ratusan warga Suriah berkumpul di jalanan kota Aleppo untuk merayakan hari Natal pada tahun kedua setelah pembebasan.

Natal di kota Aleppo merupakan hari libur yang sangat istimewa. Bukan karena kota ini memang menampung banyak orang Kristen, namun hari pembebasan kota ini dari kekuasaan kelompok jihadis terjadi hanya beberapa hari sebelum Natal tahun 2016.

Maka, warga merayakan Natal di Aleppo bersamaan dengan perayaan pembebasan kota mereka.

Aleppo telah mengalami peperangan yang intens selama bertahun-tahun. Kota ini dibagi dua wilayah antara daerah kekuasaan pasukan pemerintah dan berbagai kelompok jihadis. Ketika pasukan pemerintah Suriah berhasil mengalahkan kelompok jihadis, orang-orang Kristen di Aleppo bebas untuk merayakan Natal secara terbuka dan aman.

Tahun ini, perayaan Natal juga berjalan dengan lancar dan meriah seperti sebelum kedatangan kelompok jihadis. Warga berkumpul menonton pembukaan pohon Natal raksasa di alun-alun Al Aziziyah. Anak-anak memakai kostum Santa dan bernyanyi. Dan ada kembang api yang menerangi langit malam.

Warga Aleppo berharap seluruh negara Suriah bisa bangkit kembali dari abu, seperti kota mereka.

“Aleppo masih hidup, meskipun mengalami perang dan pengepungan. Apa yang kita saksikan sekarang, kepulangan petani dan warga ke tanah dan desa mereka yang dihancurkan oleh teroris, adalah pertanda baik,” kata seorang warga kepada media RT.

“Kami berharap kami bisa membangun Suriah kembali seperti sebelumnya. Ini adalah penghormatan kepada orang-orang Aleppo yang tabah, sabar, dan berjaya. Kami berharap seluruh wilayah Suriah akan seperti [Aleppo], dan semoga kita bisa menyingkirkan terorisme. Kami berharap kemenangan akan segera tiba. Selamat Natal.” ucapnya.  (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*