Gaza,LiputanIslam.com—Direktur Regional UNICEF untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Geert Cappelaere, mengatakan selama kunjungannya ke Palestina: “Beberapa dekade terakhir, langkah besar telah dibuat untuk memperbaiki situasi anak-anak di Negara Palestina. Beberapa indikator, seperti tingkat imunisasi hampir menyeluruh, dan tingkat pendaftaran sekolah dasar yang sangat tinggi, termasuk untuk anak perempuan adalah yang terbaik di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Keuntungan ini sangat rapuh, karena anak-anak terus menghadapi banyak kendala saat mengakses layanan dasar untuk memenuhi hak-hak mereka. Hambatan-hambatan ini disebabkan oleh banyak faktor, yang paling signifikan adalah kekerasan terhadap anak-anak Palestina.” Ucap Geert.

Contohnya, pada tahun 2018 saja, 59 anak Palestina terbunuh. Lebih dari 90% anak-anak Palestina mengatakan mereka pernah mengalami kekerasan di rumah atau di sekolah.

“Saya telah berbicara dengan banyak anak perempuan dan laki-laki selama kunjungan saya ke Negara Palestina, dan pesan yang terus saya dengar dari anak-anak ini adalah tekad dan ketekunan – untuk memenuhi potensi bawaan mereka. Tujuannya untuk berhasil lepas dari segala rintangan dan tantangan.”Tambahnya.

“Tapi tantangan yang harus mereka hadapi begitu banyak. Dari total populasi 4,8 juta orang di Negara Palestina, sekitar 2,3 juta, hampir setengahnya, adalah anak-anak. Lebih dari 1 juta membutuhkan bantuan kemanusiaan. Di Jalur Gaza saja, sekitar 60 persen pemuda tetap menganggur, dan sekitar 80 persen dari semua keluarga di sana membutuhkan bantuan kemanusiaan. Di Area C Tepi Barat, lebih dari 20.000 orang tidak terhubung ke jaringan air atau tidak memiliki akses ke fasilitas toilet yang lebih baik.”

Menurut geert, kesulitan yang harus dihadapi oleh anak-anak Palestina ini adalah bukti mereka tidak mendapatkan kesempatan yang adil. Anak-anak Palestina diarahkan untuk berprilaku negatif, seperti putus sekolah, bekerja, narkoba, dan pernikahan dini.


“Sebagai penandatangan Konvensi Hak-hak Anak (CRC), Negara Israel dan Negara Palestina memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa anak-anak Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Gaza diberikan lingkungan di mana mereka dapat memenuhi bakat masing-masing.” Ucapnya.

Anak-anak Palestina telah menunjukkan betapa tekad dan ketekunan mereka sangat besar. Mereka mampu membuat solusi yang inovatif di tengah kehidupan yang sangat menakutkan. “Atas dasar itu, UNICEF perlu mendukung mereka agar memiliki masa depan yang indah.” Tutur Geerts. (fd/PNN)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*