Sana’a, LiputanIslam.com – Agresi Saudi terhadap Yaman telah merusak pendidikan anak-anak yang menjadi generasi masa depan Yaman, di mana mereka terpaksa menikah dini atau bekerja sebagai tentara. Demikian peringatan dari The United Nations Children’s Fund (UNICEF) yang dilansir kantor berita Presstv pada Senin (17/4).

Perwakilan UNICEF di Yaman, Mertixell Relano, mengatakan dalam konferensi pers bahwa selama tujuh bulan terakhir, lebih dari 3/4 guru Yaman belum menerima gaji mengajar. Akibatnya, 4,5 juta anak-anak terancam tidak mampu menyelesaikan sekolahnya tahun ini.

“Sekarang Yaman memiliki lebih dari 166.000 guru yang belum menerima gaji sejak Oktober tahun lalu. Itu adalah sebanyak 73 persen dari total jumlah guru di negara ini,” ujarnya.

Jika guru–guru tersebut tidak segera menerima gaji, anak-anak akan terancam berhenti sekolah. “Anak laki-laki beresiko direkrut (untuk menjadi tentara), dan gadis-gadis mungkin akan menikah dini,” tambah Relanoa.

“Uang adalah tulang punggung kehidupan. Tanpa uang, saya berpikir siapapun tidak bisa hidup dan siapapun pasti akan menderita. Kita sekarang hampir menjadi menjadi pengemis di negara sendiri,” keluh Hoda al Khoulani, seorang guru sekolah anak-anak di Sana’a.

Sejak Maret 2015, Yaman telah dibombardir oleh pesawat tempur Saudi sebagai bagian dari kampanye militer yang brutal. Data terbaru menunjukkan bahwa agresi Saudi telah menewaskan lebih dari 12.000 warga sipil dan melukai ribuan lainnya. Serangan udara ini juga telah merusak fasilitas dan infrastruktur negara, menghancurkan banyak rumah sakit, sekolah, dan pabrik-pabrik. (AL/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL