Sumber: kemenag.go.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yoyyakarta melakukan penguatan paham moderasi beragama bagi para mahasiswa, khususnya pada mahasiswa baru. Penguatan moderasi beragama dilakukan melalui kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), seperti dilansir kemenag.go.id pada Selasa (27/8).

Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan, Siti Ruhaini Dzuhayatin yang hadir pada kesempatan itu menyatakan bahwa pentingnya pemahaman moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Wasatiyatul Islam telah memandu bangsa ini menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa lain,” ucapnya.

Mahasiswa harus menjadi bagian penting untuk menyebarkan paham Islam yang moderat. “Kita para mahasiswa dengan kemampuan yang dimiliki akan menjadi bagian penting mengedepankan semangat keislaman yang membawa rahmat dan kemajuan bangsa,” tegasnya.

Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan, Diktis, Ditjen Pendidikan Islam Ruchman Basori mengingatkan, karakter keislaman yang dikembangkan ialah moderat. “Munculnya kelompok yang sering melakukan truth claim keagamaan dan kadang malah menganggap yang lain kafir harus diwaspadai,” ujarnya.

Menurutnya, munculnya kelompok yang mempertanyakan kembali konsensus kebangsaan yang telah diijtihadkan oleh the founding father bangsa patut diwaspadai. “Jangan mudah menyebarkan informasi tanpa melakukan tabayyun termasuk dalam hal-hal keagamaan,” tambahnya.

Baca: Radikalisme Menguat, Moderasi Beragama Harus Diwujudkan

Sementara di tempat berbeda, sebanyak 6.637 mahasiswa baru UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung membacakan Deklarasi Islam Moderat. Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud, mengatakan, deklarasi ini menjadi bagian dari wujud komitmen lembaganya untuk lebih implementatif dalam membumikan gerakan moderasi Islam. (aw/kemenag/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*