California, LiputanIslam.com—Perusahaan media raksasa Twitter mengaku telah menutup sementara tiga akun kantor berita Iran pada Jumat (19/7) lalu.

Perusahaan jaringan sosial dari Amerika itu memblokir akses terhadap media Islamic Republic News Agency (IRNA), Young Journalists Club (YJC), dan Mehr.

Di setiap akun yang diblokir, terdapat paragraf peringatan seperti berikut: “Akun Ditangguhkan. Twitter menangguhkan akun yang melanggar Aturan Twitter,”

Sehari setelah pemblokiran itu, Twitter akhirnya mengkonfirmasikan tindakan mereka lewat peliputan ekslusif, seperti dilansir AFP.

Ketiga media Iran ini memperkirakan bahwa pemblokiran itu terkait dengan pemberitaan mereka tentang penahanan tank Inggris oleh Iran pada hari Jumat (19/7) lalu.

Mehr juga mengatakan bahwa laman Diplomacy mereka yang berisi berbagai tulisan analisis dan wawancara tentang kebijakan luar negeri, juga hilang tanpa sebab. Media itu mengaku tidak tahu apa alasan di balik tindakan “ilegal” itu.

Selain itu, sejumlah akun warga Iran juga terkena penangguhan sementara oleh Twitter. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*