Ankara, LiputanIslam.com–Pemerintah Turki mengirim sejumlah rekaman audio yang dapat mengungkap pembunuhan Jamal Khashoggi ke Prancis, Jerman, Arab Saudi, Inggris, dan AS. Demikian pengakuan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Mereka semua tahu karena mereka semua mendengar percakapan dan semuanya,” kata Erdogan dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi pada Sabtu (10/11/15).

Erdogan juga menuding Arab Saudi mengetahui jika pembunuh Khashoggi adalah salah satu dari 15 orang Saudi yang mendarat di Turki sehari sebelum pembunuhan. Orang itu lalu kembali ke Riyadh beberapa jam setelah pembunuhan.

“Arab Saudi bisa menyelesaikan masalah ini dengan membuat 15 orang ini mengaku,” ucap Erdogan.

Pemerintah Ankara mengklaim memiliki rekaman audio pembunuhan Khashoggi yang hilang pada 2 Oktober lalu di gedung konsulat Saudi di Istanbul.

Sejumlah laporan menyatakan, isi rekaman tersebut mengungkap bahwa Khashoggi dicengkeram, dibius dan dipotong-potong dengan gergaji tulang. Audio dari seorang kepala bukti forensik Saudi juga menunjukkan bahwa ketika pembunuhan terjadi, para saksi mendengarkan musik untuk menenggelamkan suara.

Erdogan bersikeras bahwa sang jurnalis dibunuh atas perintah dari “pejabat tingkat tertinggi” dari pemerintah Saudi.

Rekaman audio ini akan memberikan tekanan kepada sekutu-sekutu Barat agar menindak pembunuhan itu.

Saudi merupakan pembeli utama senjata militer dari Barat. Akibat isu ini, para pemimpin AS dan UE akan berada di bawah tekanan untuk memblokir penjualan senjata ke kerajaan. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*