Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump lagi-lagi meluncurkan kata-kata serangan kepada anggota Kongres Muslimah Amerika, Ilhan Omar.

Omar, anggota partai Demokrat di DPR AS, mengatakan pada hari Kamis (18/7) lalu bahwa ia ingin terus menjadi “mimpi buruk” bagi Trump. “Mimpi buruknya adalah melihat negara kita yang seperti kain mosaik yang indah menerima seseorang seperti saya sebagai anggota Kongres.”

Sehari setelahnya, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa apa dikatakan Omar adalah “aib bagi negara kita.”

“Saya tidak suka ketika seorang anggota kongres mengatakan, ‘Saya akan menjadi mimpi buruk bagi presiden,’… Dia beruntung mendapatkan jabatan itu,… dan apa yang dia ucapkan adalah aib bagi negara kita.”

Pernyataan Omar tentang ‘mimpi buruk’ muncul setelah Trump mengutakan kalimat bernada rasis kepada empat anggota DPR progresif AS, yang dikenal dengan sebutan “the squad”. Lewat sebuah cuitan Twitter, sang presiden meminta keempat pejabat ini, termasuk Omar, untuk pulang ke negara asal mereka.

Cuitan ini memicu kontroversi karena keempat pejabat ini adalah warga negara AS dan tiga diantaranya bahkan lahir di AS.

Omar sendiri lahir di Somalia dan mengungsi ke AS pada tahun 1995 ketika ia masih kecil. Dia menjadi warga negara AS pada tahun 2000 saat berusia 17 tahun.

Tiga pejabat lainnya adalah Rashida Tlaib dari Michigan, Alexandria Ocasio-Cortez dari New York, dan Ayanna Pressley dari Massachusetts.

Cuitan kontroversial Trump dipandang sebagai upayanya untuk menggalang pendukung sayap-kanan untuk pemilu 2020 mendatang, meskipun langkah ini memperdalam ketegangan antar ras dan perpecahan partisan di Amerika. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*