Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump menyanggah laporan dari New York Times bahwa Amerika tengah mempersiapkan 120.000 tentara ke Timur Tengah untuk melawan Iran.

“Saya pikir itu berita palsu, oke? Apakah saya akan melakukan itu? Tentu saja. Tetapi kami belum merencanakan itu. Mudah-mudahan kita tidak harus merencanakan itu. Dan jika kita melakukannya, kita akan mengirim pasukan jauh lebih banyak dari itu,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Selasa (14/5).

Seharu sebelumnya, kantor berita New York Times melaporkan bahwa Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengajukan  sebuah rencana dalam pertemuan para pejabat keamanan nasional terkemuka pada pekan lalu. Rencana tersebut adalah mengerahkan sekitar 120.000 tentara AS ke kawasan Timur Tengah “seandainya Iran menyerang pasukan Amerika atau mempercepat kerja senjata nuklir.”

Menurut sumber, setelah Shanahan menyampaikan tinjauan umum tentang rencana pengiriman tentara, pejabat militer Jenderal Dunford merinci berbagai opsi lanjutan dalam rencana itu.

“Opsi paling utama adalah mengirim 120.000 tentara yang akan menghabisakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan,” tulis NYT.

Jumlah pasukan itu disebutkan “akan mendekati jumlah pasukan Amerika yang menginvasi Irak pada tahun 2003.”

Beberapa pejabat yang menghadiri pertemuan itu diantaranya adalah John Bolton, Direktur CIA Gina Haspel, dan Direktur Intelijen Nasional Dan Coats. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*