Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pejabat Demokrat bertanggungjawab atas kematian dua anak imigran di penjara AS.

“Semua kasus kematian anak-anak atau lainnya di Perbatasan sepenuhnya merupakan kesalahan [pejabat] Demokrat dan kebijakan imigrasi mereka yang menyedihkan yang memungkinkan orang berpikir bahwa mereka bisa masuk negara kita secara ilegal,” demikian cuitan Trump di akun Twitter-nye pada Sabtu (29/12).

“Jika kita memiliki tembok [perbatasan], mereka tidak akan mencoba masuk! Kedua anak itu sudah sakit sebelum mereka diserahkan ke Patroli Perbatasan,” jelasnya.

Trump terus memberi justifikasi bahwa pemerintahnya tidak bersalah atas kematian kedua anak tersebut. “Ayah dari gadis muda itu mengatakan itu bukan kesalahan mereka [petugas patroli], dia tidak memberinya air dalam beberapa hari.”

Sejumlah anggota parlemen dari partai Demokrat telah menyerukan penyelidikan kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) atas kasus ini.

Sementara itu, percekcokan Trump dan Demokrat atas isu tembok perbatasan telah menyebabkan penutupan pemerintah.

Trump mengklaim, tembok yang diusulkannya akan menghentikan migrasi ilegal dan kasus kejahatan “Narkoba, Perdagangan Manusia, Geng & Penjahat” di AS.

“Kita akan dipaksa untuk menutup Perbatasan Selatan sepenuhnya jika kalangan Obstruksionis Demokrat tidak menyerahkan kami uang untuk membangun tembok…,” tegas sang presiden.

“[Pilihannya adalah] kita membangun (menyelesaikan) tembok atau kita menutup perbatasan,” tambahnya. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*