Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump menandatangani rancangan anggaran militer 2019 sebanyak $717 miliar sebagai bentuk strategi melawan Rusia, Iran, dan Cina.

Anggaran yang masif ini disetujui sang presiden pada Senin (14/8/18) dalam upacara penandatanganan di Fort Drum, pangkalan militer AS yang merupakan rumah bagi Divisi Gunung Tentara ke-10th. Divisi ini telah mengirimkan tentara terbanyak untuk peperangan luar negeri sejak peristiwa 9/11.

“Kami percaya pasukan perang kita layak menerima alat-alat dan sumber daya yang mereka miliki melalui darah, keringat dan air mata,” kata Trump.

“Perintah ini akan memberikan pasukan perang Amerika  kekuatan yang mereka butuhkan untuk memenangkan konflik apapun dengan cepat dan meyakinkan,” lanjutnya.

Perintah eksekutif ini juga mengizinkan Pentagon untuk menghabiskan $639,1 miliar untuk dana pangkalan, $69 miliar untuk dana perang luar negeri, dan sekitar $8,9 miliar untuk belanja wajib militer.

Trump menyatakan bahwa seluruh anggaran ini ditujukan untuk merevitalisasi militer AS sebagai salah satu janji kampanyenya.

Di bawah keputusan baru ini, para tentara juga akan mendapatkan kenaikan gaji sebanyak 2,6 persen. Kemudian akan ada pengembangan teknologi militer seperti kecerdasan buatan, teknologi luar angkasa, serangan cyber, operasi pengaruh luar negeri, dan senjata hypersonik sebagai ancaman.

Lebih penting lagi, hal ini merupakan strategi AS untuk menargetkan Rusia, Korut, Cina, dan Iran sebagai musuh yang harus dilawan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*