Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump membela keputusannya untuk menarik tentara Amerika dari Suriah. Menurutnya, AS tidak mungkin bercokol di negara pimpinan Assad itu selamanya.

“Apakah AS ingin menjadi polisi di Timur Tengah dan tidak mendapatkan apa-apa selain menghabisi nyawa berharga dan duit triliunan dolars untuk melindungi mereka yang… tidak mengapresiasi apa yang kami lakukan? Apakah kita tingin tinggal di sana selamanya? Waktunya pihak lain untuk melawan…,” demikian isi cuitan Trump yang diunggah di akun @realDonaldTrump pada Kamis (20/12).

Dalam cuitan berikutnya, ia menilai perlawanan terhadap ISIS tergantung pada tentara pemerintah Suriah yang disokong oleh pasukan Rusia dan Iran.

“….Rusia, Iran, Suriah & banyak lainnya tidak senang AS pergi… karena kini merekalah yang harus melawan ISIS yang mereka benci, tanpa kami… Saua sejauh ini telah membangun militer terkuat di dunia. Jika ISIS melawan kami, mereka hancur!”

Pada hari Rabu lalu, Trump menyampaikan pengumuman bahwa pasukan AS telah mengalahkan ISIS di Suriah. Karenanya,  dia akan menarik sekitar 2.000 pasukan dari negara Arab itu.

Keputusan tiba-tiba ini dikritik keras oleh sejumlah anggota senat dari partai Republik. Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Bob Corker (Tenn.) menyebut tindakan itu lebih buruk daripada penarikan pasukan dari Irak beberapa tahun lalu. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*