prabowo pecatJakarta, LiputanIslam.com — KH Fuad Amin, Ketua DPRD Bangkalan dari Partai Gerindra diciduk KPK atas kasus suap pembayaran suplai gas Badan Usaha Milik Daerah. Mengetahui hal tersebut, Prabowo Subianto, langsung memecatnya. Melalui akun Twitter-nya @prabowo08, ia menyatakan bahwa kader Partai Gerindra harus mencintai tanah air, bukan mencuri (kekayaan) milik negara.

“Perilaku kader @Gerindra harus baik, jangan sombong, jangan petantang petentang. Semakin kuat, harus semakin rendah hati. Semakin sopan. Ini adalah tuntutan dari rakyat. Bukan tuntutan dari saya. Rakyat mendambakan pemimpin yang baik, bersih, tidak maling dan tidak korupsi,” kicaunya, pada Selasa, 2 Desember 2014.

Prabowo menegaskan, tidak ada toleransi apapun untuk kader Gerindra yang terlibat korupsi. Karena itu, ia menghimbau kepada khalayak, jika mengetahui kader Gerindra melakukan praktek korupsi, agar diadukan ke Majelis Etik Partai.

“Lebih baik @Gerindra hanya punya 100 kader, tetapi kesemuanya jujur, berani dan mengabdi kepada rakyat – daripada banyak tapi koruptor,” tambahnya.

Menurut Prabowo, Partai Gerindra harus menjadi partai pembela rakyat dan memberikan contoh yang baik. Melawan, dan bukan menjadi koruptor.

“Setiap kader @Gerindra yang korupsi, langsung saya pecat. Saya juga akan evaluasi pembinaan partai terhadap yang bersangkutan,” tutup Prabowo.

Seperti laporan detik.com, penangkapan dilakukan Senin, 1 Desember 2014 malam di kediaman Fuad di Bangkalan. Selain Fuad, ada juga pihak lainnya yang ditangkap.

Saat ini Fuad sudah dibawa ke Jakarta, dan sedang menjalani pemeriksaan di KPK. Ia telah menerima suap secara rutin sejak tahun 2007, ketika ia masih menjabat sebagai Wakil Bupati Bangkalan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL