Sumber: AyoSemarang.com

Jakarta, LiputanIslam.com — Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq mengkritisi wacana Menteri Agama Fachrul Razi yang melarang penggunaan celana cingkrang dan cadar bagi ASN untuk menghalau radikalisme. Menurutnya, seharusnya melalui pembinaan para dai yang mengisi ceramah.

“Harusnya lewat pendidikan dan melibatkan organisasi keagamaan, seperti NU dan Muhammadiyah untuk membina para dai yang mengisi ceramah di masjid kampus dan BUMN. Dengan begitu anggaran pendidikan agama yang dikucurkan dari Kementerian Agama juga akan menjadi lebih efektif,” kata Maman di Jakarta, Kamis (7/11).

Menurut Maman, di tengah masifnya informasi yang masuk, umat perlu dikembalikan pada gerakan dakwah yang literalistik, mengacu pada referensi, dan berdasarkan atas dalil dan realita kebutuhan masyarakat. Selain itu pemuka agama yang moderat sudah semestinya menguasai media sosial, karena selama ini ide-ide radikal marak berkembang di sana.

“Jangan sampai kalah dengan orang yg pengetahuan minim agama tapi menguasai media lalu jadi panutan umat,” ucap dia.

Sementara mengenai cara berpakaian, Menag tak perlu mengatur sampai sejauh itu. Selain akan membuat keyakinan yang salah kaprah pada pemerintah, gaya berpakaian itu tak bisa digeneralisir sebagai radikal.

Selain itu, penegakan hukum seperti pada ujaran kebencian juga harus dipastikan sampai ke bawah dan adil bagi semua pihak.

Baca juga: Ma’ruf Amin: Radikalisme Adalah Krikil yang Hambat Indonesia Maju

Sementara, Menteri Agama Fachrul Razi berharap polemik radikalisme, cadar dan celana cingkrang disudahi sehingga dapat fokus pada pelayanan terbaik kepada seluruh umat beragama.

“Polemik tentang itu sudah ‘clear’. Saya minta maaf kalau sampai menimbulkan amarah. Kini akan fokus melayani seluruh umat beragama seadil-adilnya,” kata Menag usai rapat kerja DPR-Kemenag di gedung parlemen, Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan sejumlah program Kemenag untuk pelayanan umat beragama sangat bervariasi baik menyangkut kerukunan, pendidikan agama dan keagamaan, haji serta sertifikasi halal. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*