Sumber: IDN Times

Jakarta, LiputanIslam.com — Terkait kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang sampai sekarang pelakunya belum terungkap, Indonesia Corruption Watch (ICW) menganggap adanya laporan oleh politisi PDIP Dewi Tanjung dan gugatan perdata oleh pengacara OC Kalagis hanya untuk memutarbalikkan fakta.

“Dua laporan ini menurut kami menjadi upaya mendistorsi informasi yang selama ini sudah dikonsumsi publik karena publik Indonesia mudah lupa ketika ada isu baru fokus ke situ,” ucap peneliti ICW Wana Alamsyah di gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Jumat (8/11).

Wana pun mengharapkan nantinya laporan dan gugatan tersebut tidak diprioritaskan oleh penegak hukum. Dan yang seharusnya menjadi prioritas adalah upaya penuntasan kasus penyerangan terhadap Novel.

“Jangan sampai dua kasus ini malah menjadi prioritas bagi penegak hukum sedangkan kasus Novel tidak terselesaikan. Saat ini, harusnya dijadikan ‘konsen’ utama bagi Kepolisian adalah memprioritaskan penuntasan kasus Novel dahulu sehingga pelaku penyerangannya terungkap,” ujar Wana.

Baca juga: Politikus PDIP Laporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya Hingga Tanggapan KPK

Sebelumnya Novel telah dilaporkan oleh politisi PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya yang menyebut penyerangan terhadap Novel adalah rekayasa. Selain itu, pengacara OC Kaligis melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Adapun pihak tergugat adalah Jaksa Agung RI dan Kejaksaan Negeri Bengkulu. OC memerintahkan para tergugat untuk melanjutkan penuntutan perkara atas nama Novel Baswedan bin Salim Baswedan untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Wana menilai pelaporan Dewi itu salah alamat. seharusnya Dewi ikut mendorong agar pelaku dalam kasus Novel itu bisa terungkap, bukan malah melaporkannya dengan tuduhan merekayasa kasus penyiraman air keras itu. Selain itu, Wana menilai argumentasi Dewi yang menyebut Novel melakukan rekayasa kasus itu tidak masuk akal. Menurut Wana, hal itu menandakan Dewi memang tidak mengikuti kasus Novel. (Ay/Antara/Detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*