Sumber: antaranews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), KH Ma’ruf Amin menanggapi rencana Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang akan membuat aturan terkait larangan memakai cadar dan celana cingkrang di lingkungan pemerintahan. Menurut Wapres, hal itu merupakan upaya penegakan disiplin berpakaian bagi aparatur sipil negera (ASN).

“Itu dalam rangka disiplin saja, penegakan disiplin. Pemerintah itu khan ada aturannya, ada aturan pakaian seperti apa, kalau dia tentara perempuan, polisi perempuan itu harus seperti apa, kemudian pegawai negeri seperti apa,” ucapnya di Jakarta pada Jumat (1/11).

Wapres Kiai Ma’ruf juga menegaskan bahwa upaya penanggulangan radikalisme sudah menjadi komitmen semua pihak. Paham radikal dan terorisme tidak bisa dibiarkan. Sebab, hal itu dapat merusak dan mengancam keamanan dan keutuhan bangsa.

“Soal radikalisme, saya kira memang sudah menjadi komitmen semua pihak untuk menangkal radikalisme, apakah radikalisme ideologis atau bisa juga radikalisme separatis. Saya kira itu memang kalau dibiarkan akan merusak keutuhan bangsa,” katanya.

Sebelumnya, Menag Fachrul menjelaskan bahwa larangan mengenakan cadar dan celana cingkrang akan di atur dalam peraturan menteri (Permen). Setiap ASN memang sudah sepatutnya terikat dan tunduk pada aturan. Terlebih, penggunaan atribut keagamaan dalam kedinasan ASN tidak menentukan ukuran keimanan seseorang.

Baca: Soal Celana Cingkrang dan Cadar, ini Pandangan NU-Muhammadiyah

Kementerian Dalam Negeri sudah menerapkan aturan berpakaian ASN dalam lingkungan kerjanya, yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6/2016 tentang Pakaian Dinas di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. (aw/antara/merdeka).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*