Washington, LiputanIslam.com—Sejumlah terapis di Amerika menyaksikan peningkatan gangguan kecemasan yang berhubungan dengan politik, pasca pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS.

Mereka menyebut fenomena ini sebagai “Gangguan Kecemasan Trump”.

Para terapis ini mengatakan pasien mereka sering mengomel tentang sikap Trump yang selalu berubah.

Elisabeth LaMotte, pendiri Pusat Konsultasi dan Psikoterapi di Washington, DC, mengatakan kepada CBC News bahwa ia mendapati “kecemasan kolektif” di antara pasien-pasiennya yang berhubungan dengan kebijakan dan retorika Presiden Trump.

“Terdapat ketakutan bahwa dunia akan berakhir,” katanya. “Itu sangat membingungkan dan terus menerus menganggu.”

Menurut catatannya, para pengkritik Trump yang ia obati memiliki tingkah laku yang sama dengan pasien yang memiliki orangtua dengan gangguan keperibadian.

“Apakah itu sadar atau tidak, saya pikir kita melihat presiden AS sebagai seorang orangtua psikologis,” papar LaMotte.

Lebih jauh lagi, LaMotte memaparkan bahwa kondisi ini juga terjadi kepada para pendukung Trump, yang sering mengaku “terisolasi” oleh teman dan keluarga karena mendukung sang presiden. Perbedaan politik seperti ini pun sering kali berakhir dengan percekcokan.

Steve Stosny, seorang terapis lain di Washington, mengatakan kepada CBC bahwa ia bekerja dengan seorang penjabat di pemerintah Trump. Istri dan anak pejabat ini “mulai membencinya” karena pekerjaannya. Pada akhirnnya, pejabat ini bercerai dengan istrinya.

Beberapa terapis mengaku menemukan gejala dari pasien mereka seperti kekurangan tidur, perasaan di luar kontrol, penggunaan media sosial yang berlebihan yang berhubungan dengan Trump. Beberapa isu yang memicu “Gangguan Keceman Trump” adalah isu pemisahan keluarga migran, perselisihan Trump dengan sejumlah pemimpin dunia, dan pengunduran diri Hakim Agung AS Anthony Kennedy.

Asosiasi Psikologi Amerika pun menemukan bahwa level stres pasca pelantikan Trump berada di titik tertinggi selama sepuluh tahun terakhir. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*