Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memastikan bahwa target program sejuta rumah tidak akan tercapai tahun ini.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid memperikarakan, dari target pembangunan 5 juta unit rumah, yang terealisasi hanya  4.792.318 unit atau setara 95,8 persen dari target.

Baca: Program Sejuta Rumah, Cicilan Mulai Rp 700.000 per Bulan

“Dari total kumulatif jadi 5 juta unit, kami mungkin kurang lebih bisa (merealisasikan) 4,8 juta unit. Artinya, kurangnya tidak begitu banyak,” kata Khalawi Abdul Hamid, Rabu (7/8).

Pelaksanaan program sejuta rumah dalam tiga tahunnya selalu meleset dari target. Pada 2015, dari target satu juta, yang berhasil direalisasikan hanya 699.770 unit. Pada 2016, realisasinya hanya sebanyak 805.169 unit. Sedangkan, pada 2017, yang tercapai hanya 904.758 unit.

Program tersebut baru berhasil tercapai pada 2018 dengan realisasi sebanyak 1.132.621 unit. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan untuk membangun 1.250.000 unit rumah.

Khalawi menyampaikan, penyediaan rumah ke depan akan semakin menghadapi tantangan yang sulit. Kesulitan tersebut bukan hanya dari sisi kualitas bangunan, tetapi juga jumlah lahan strategis yang tersedia semakin terbatas.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah membentuk bank tanah agar dapat menjaga laju harga lahan. Pembentukan bank tanah tersebut telah dimulai dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dengan Komisi II DPR.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penguatan dengan mendorong konsep pengembangan berorientasi transit (transit oriented development/TOD).

“Intinya, melanjutkan sejuta rumah dengan penguatan dan inovasi yang pertama, di dalam penyediaan lahan untuk perumahan lahan strategis,” ujarnya. (sh/kompas/cnnindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*