foto: tempo

foto: tempo

Sidoarjo, LiputanIslam.com – Di tengah hiruk pikuk Munas Golkar yang diselenggarakan di Bali, tanggul penahan semburan lumpur Lapindo titik 73B di Desa Kedungbendo, Sidoarjo, kembali jebol. Lumpur berwarna cokelat pekat itu mengalir ke arah timur sehingga masuk ke Kali Ketapang dan permukiman warga. Akibatnya, ribuan warga di sekitar tanggul yang jebol semakin berisiko terkena dampak. Bila tidak segera diantisipasi, ancaman lumpur Lapindo akan semakin tinggi. (baca: Nurdin dan Praktek Licik Munas Golkar)

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) asal Daerah Pemilihan Sidoarjo, Syaikhul Islam mendesak pihak-pihak terkait untuk segera mengantisipasi bencana tersebut.

“Pemerintah melalui BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) harus segera tanggap dan melakukan mitigasi bencana di lokasi tanggul yang jebol. Saya khawatir, bila terlambat antisipasi ribuan warga akan terkena dampaknya langsung,” kata politisi PKB, seperti dilansir beritasatu.com, 3 Desember 2014.

Dia mendesak PT Minarak Lapindo tidak boleh lepas tangan walau bencana lumpur Lapindo merupakan bencana nasional.

“Walau termasuk bencana nasional, saya mendesak PT. Minarak Lapindo jangan lepas tangan atas bencana yang terjadi sekarang,” kata anggota Komisi Energi DPR RI itu.

“Saya selaku warga dan wakil rakyat asal Sidoarjo meminta agar Pak Ical untuk turun langsung lihat nasib warga di sana, tidak hanya sibuk urus hiruk-pikuk politik elitis. Warga di sana tidak butuh politik. Mereka hanya butuh nasibnya diperhatikan,” katanya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL