Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Tanah Subur, Indonesia Tetap Impor Singkong

Published 15/05/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

singkongJakarta, LiputanIslam.com—Meskipun singkong sering dianggap bahan pangan murah, namun ternyata Indonesia selalu kekurangan singkong dan terpaksa mengimpor. Jumlah impor fluktuatif, pada tahun 2012 impor singkong tercatat 13,3 ribu ton atau senilai US$ 3,4 juta. Sementara hingga pertengahan tahun 2013, jumlah impor singkong 100 ton.

Lalu, apakah petani Indonesia tidak mampu menanam singkong? Lahan Indonesia yang subur, seharusnya membuat Indonesia mampu menjadi eksportir singkong.

Menurut Ketua Budidaya Singkong Himpunan Asosiasi Industri Singkong Indonesia John Waas sebagaimana dikutip Detik.com (15/5), salah satu masalah yang dihadapi petani singkong adalah sulitnya mendapatkan pinjaman modal dari perbankan. Hanya kurang dari 1% petani yang memiliki akses kepada perbankan. Sulitnya perbankan memberikan pinjaman modal kepada petani singkong disebabkan adanya anggapan petani singkong yang dekat dengan kemiskinan.

Waas menambahkan saat ini rata-rata produktivitas singkong di dalam negeri cukup rendah yaitu hanya 2 kg/pohon. Sementara petani singkong Nigeria mampu menghasilkan 5 kg singkong dari setiap pohon.

“Bank mana yang mau keluarkan kredit untuk petani singkong? Petani singkong butuh modal hingga Rp 35 juta untuk meningkatkan produksinya. Dengan uang Rp 9 juta apakah bisa meningkatkan produksi singkong dari 2 kg/pohon menjadi 10 kg/pohon,” imbuhnya.

Sementara itu dilihat dari kualitas, singkong Indonesia belum cukup untuk bisa bersaing dengan produksi singkong dari Nigeria atau Thailand. Rendahnya kualitas singkong Indonesia juga berpengaruh terhadap harga jual. Misalnya harga gaplek ekspor (singkong olahan dasar) dalam negeri hanya Rp 2.100/kg atau Rp 2,1 juta/ton. Sedangkan harga gaplek Thailand dan Nigeria jauh lebih tinggi yaitu US$ 2.300/ton atau Rp 23.000/kg.

Meski bergelar doktor bidang pertanian, Presiden SBY ternyata tak berpihak kepada petani Indonesia. Di akhir masa jabatannya SBY malah menandatangai Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 yang ditandatangani pada 23 April 2014 lalu.Dalam Perpres ini, investor asing diberi kesempatan untuk memiliki modal 30-95 di sektor pertanian Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (DPN-Repdem) Bidang Penggalangan Tani Sidik Suhada menilai, Prepres ini sama saja dengan menciptakan gladiator ekonomi.

“Ibaratnya para petani dilempar ke tengah gelanggang gladiator. Singa-singa pemodal asing yang lapar akan dengan mudah menerkam dan mengoyaknya,” ujarnya sebagaimana dikutip Sindo (9/5/2014).

Dalam Perpres 39/204 itu tercantum asing diperkenankan untuk menanam modal hingga 49% untuk budidaya padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan tanaman pangan lainnya (ubi kau dan ubi jalar), dengan rekomendasi dari Menteri Pertanian.(dw/detik/sindonews)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account