jonan-airasis

Menteri Jonan bersama CEO airasia, foto: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dilaporkan memarahi seorang direktur PT Indonesia AirAsia dalam kunjungan mendadak ke kantor operasional sejumlah maskapai di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Alasannya, AirAsia tak menggelar briefing langsung bagi pilot ihwal informasi cuaca penerbangan. AirAsia hanya mengunduh dokumen informasi tersebut.

Di kantor operasional AirAsia di Indonesia, Jonan menyaksikan beberapa persiapan pilot sebelum membawa pesawat terbang. Ia memperhatikan betul bagaimana para pilot mendapat informasi cuaca penerbangan terbaru saat itu. Ternyata, para pilot Air Asia tak selalu mendapat briefing langsung dari flight operation officer (FOO).

Mereka hanya mengunduh informasi cuaca dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut Direktur tersebut, demikianlah cara yang berlaku secara internasional. Sedangkan mengambil info cuaca secara fisik dari BMKG, dinilai sebagai cara tradisional.

“Kalau itu cara tradisional, mengapa Anda masih ambil laporan cuaca BMKG jam tujuh, setelah pesawat Anda terbang?” tanya Jonan.  Direktur itu pun menjawab singkat. “Itu ya karena tradisional saja, Pak,” katanya.

“Kalau ada aturan, Anda harus patuh. Jangan coba-coba melawan. Bisa saya cabut izin Anda,” ujar Jonan.

Dari laporan tempo.co, ada dugaan baru seputar kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Misalnya, AirAsia tidak mengambil dokumen cuaca dari BMKG sebelum melakukan penerbangan.

Kepala BMKG Andi Eka Sakya dalam suratnya yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada 31 Desember menyebutkan bahwa AirAsia baru mengambil bahan informasi cuaca pada jam 07.00 WIB sesudah terjadi lost contact QZ8501 dan bukan sebelum take off. Sekedar informasi, data cuaca merupakan bagian dari prosedur standar penerbangan internasional yang tak boleh dilewatkan.

tanda terima dokumen data cuaca yang baru diambil pada pukul 7

tanda terima dokumen data cuaca yang baru diambil pada pukul 7

Tak berhenti di situ, Jonan bertanya langsung kepada seorang pilot senior tentang briefing sebelum terbang. “Anda lebih suka di-brief secara langsung oleh FOO atau membaca sendiri?” tanya Jonan.

“Kami lebih suka di-brief langsung, Pak,” jawab pilot. Jonan mendesak agar tenaga operator penerbangan segera ditambah untuk memberikan briefing langsung kepada pilot.

“Kalau jumlah FOO kurang, ya, harus tambah. Keselamatan mahal, tapi kalau celaka seperti kemarin, lebih mahal lagi. Nyawa manusia tidak ternilai harganya,” ujar Jonan.

Hari Keenam, 30 Jenazah Berhasil Dievakuasi

Sementara itu, hari keenam operasi pencarian penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 yang dilakukan Basarnas dan tim gabungan membuahkan hasil yang signifikan.

“Sampai hari ini jumlah jenazah yang berhasil kita evakuasi berjumlah 30 jenazah,” kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo, di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 2 Januari 2015 seperti dilansir tribunnews.com.

Soelistyo menuturkan, dari 30 jenazah tersebut delapan jenazah sudah diterbangkan dari Pangkalan Bun ke Surabaya. Sementara 10 jenazah saat ini dalam proses diterbangkan ke Surabaya dari Pangkalan Bun. Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan proses evakuasi, namun mengalami kesulitan lantaran faktor cuaca yang tidak mendukung. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*