Sumber: Tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com — Meskipun tidak dimasukkan dalam kabinet, Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura Benny Rhamdani mengatakan partainya mendukung penuh Presiden Joko Widodo menunjuk para menteri dan 12 wakil menteri yang merupakan hak prerogatif Presiden.

“Bagi Hanura, Presiden Jokowi telah memilih kader-kader bangsa terbaik untuk menjadi pembantunya dan yang harus dilakukan adalah memberi dukungan sepenuhnya, bukan membebaninya,” kata Benny dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (27/10).

Benny menjelaskan dukungan Partai Hanura kepada Pasangan
Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 adalah benar-benar didasarkan pada keyakinan dan pilihan politik ideologis demi kepentingan negara bangsa, cita-cita Proklamasi, tujuan nasional dan masa depan 260 juta rakyat Indonesia.

Benny menjelaskan bagi Partai Hanura, keyakinan dan pilihan ideologis itu tidak mengenal istilah atau rumus tukar guling politik dan timbal balik kursi posisi menteri.

Terlebih secara prinsip, menurut dia, Partai Hanura menyadari bahwa pengangkatan menteri atau wakil menteri secara konstitusi sepenuhnya adalah hak prerogatif Presiden.

“Kami tidak akan menjual dan menggadaikan keyakinan dan pilihan politik ideologis kami hanya untuk mengejar jabatan menteri atau wakil menteri,” katanya.

Baca juga: Tidak Dimasukkan Kabinet, PKPI Tulus Dukung Jokowi-Ma’ruf

Karena itu menurut Benny, Partai Hanura tidak mungkin mengambil posisi sebagai pihak yang akan meminta-minta jabatan, namun apabila Presiden yang meminta maka partainya akan menyerahkan kader-kader terbaiknya untuk ikut membantu Presiden.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Bona Simanjuntak mengatakan Presiden Jokowi tak perlu meminta maaf kepada pendukungnya yang tak mendapatkan jatah di kabinet.

Meski kecewa partainya belum mendapat posisi menteri, Bona menyebut pembentukan Kabinet Indonesia Maju adalah hak prerogatif presiden. (Ay/Antara/Tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*