Washington, LiputanIslam.com—Selama tahun 2018, AS berhasil mengekspor senjata senilai $192,3 miliar, sebuah kenaikan 13% dibandingkan tahun lalu.

Ekspor senjata AS ke negara luar dilakukan melalui penjualan komersial secara langsung antara pemerintah dan perusahaan; atau, penjualan militer asing, di mana pemerintah asing melakukan kesepakatan dengan Pentagon.

Kemenlu AS menyatakan pada hari Kamis (8/101/8) bahwa penjualan senjata dari perusahaan Amerika pada tahun ini naik 13% dibandingkan tahun lalu. Produsen senjata terbesar AS yang mendapat keuntungan dari kenaikan penjualan ini adalah diantaranya Lockheed Martin, Boeing, Raytheon, General Dynamics Corp dan Northrop Grumman Corp.

Pengamat menilai, peningkatan penjualan senjata ini disebabkan oleh kelonggaran resktriksi dari pemerintah AS ditambah dengan upaya tingkat tinggi untuk menutup transaksi.

Meskipun dikritik oleh para aktivis HAM dan aktivis kontrol senjata, Presiden AS Donald Trump diketahui membantu penjualan senjata dari negaranya dengan mempromosikan gagasan bahwa “keamanan ekonomi adalah keamanan nasional.”

Amerika Serikat telah menjadi eksportir terbesar dalam perdagangan senjata global sejak akhir 1990-an.

Sementara itu, negara pembeli senjata AS terbesar adalah Arab Saudi. Pada 2017, pemerintah Riyadh membeli senjata senilai $18 miliar, yang kemudian digunakan untuk membunuh warga sipil Yaman termasuk wanita dan anak-anak. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*