Budapest, LiputanIslam.com–Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, dan PM Hungaria, Viktor Orban, menyatakan penyesalan mereka atas “populasi Muslim yang terus berkembang” di negara mereka.

Suu Kyi, yang dikecam oleh dunia internasional atas pengabaiannya terhadap genosida warga Muslim Rohingya di Rakhine, bertemu dengan PM Orban di Budapest, Hungaria, pada minggu ini.

Menurut laporan, keduanya menemukan titik temu terkait isu imigrasi dan Islam.

“Kedua pemimpin menyoroti bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini untuk kedua negara dan wilayah masing-masing–Asia Tenggara dan Eropa–adalah migrasi,” demikian isi pernyataan yang dirilis setelah pertemuan mereka.

“Mereka menilai bahwa kedua wilayah telah menghadapi masalah hidup berdampingan dengan populasi Muslim yang terus tumbuh,” lanjut pernyataan itu.

Pertemuan itu diadakan setelah Suu Kyi, seorang penerima Hadiah Nobel Perdamaian yang pernah dipuji sebagai tokoh perjuangan atas demokrasi, menghadapi kecaman akibat kasus Rohingya. Sejumlah penghargaan internasional yang disematkan kepada dirinya pun telah dicabut oleh banyak organisasi HAM.

Ribuan Muslim Rohingya dibunuh, dilukai, ditangkap secara sewenang-wenang, atau diperkosa oleh tentara Myanmar dan sekelompok ekstremis Buddha antara November 2016 dan Agustus 2017. Akibatnya, komunitas minoritas itu melarikan diri secara massal ke Bangladesh dan menjadi pengungsi tanpa identitas kewarganegaraan. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*