Washington, LiputanIslam.com–Kasus kejahatan polisi, penyiksaan terhadap imigran, dan hukuman mati membuat AS mendapatkan skor buruk atas HAM di antara negara-negara kaya, berdasarkan sebuah survei terbaru.

Survei ini dirilis oleh lembaga Human Rights Measurement Initiative (HRMI) asal Wellington pada Kamis (6/6) kemarin. HRMI menyurvei sejumlah ahli di 19 negara yang dinilai, termasuk kelompok masyarakat sipil, pengacara, dan jurnalis, tentang bagaimana masing-masing negara memperlakukan warganya.

“Pada pengukuran keamanan negara, Amerika Serikat berkinerja jauh di bawah negara-negara lain,” kata salah satu pendiri HRMI, Anne-Marie Brook, kepada Thomson Reuters Foundation.

Brook membandingkan kinerja HAM AS dengan Australia, Selandia Baru, Inggris, dan Korea Selatan, yang semuanya tergabung dalam Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

“AS adalah satu-satunya yang memiliki hukuman mati, pembunuhan di luar hukum, seperti pembunuhan oleh polisi yang tidak dibenarkan, dan semua hal yang terjadi di perbatasan di mana anak-anak dipisahkan dari orang tua mereka,” katanya.

Negara-negara yang disurvei oleh HRMI adalah Australia, Selandia Baru, Fiji, Korea Selatan, Vietnam, Nepal, Mozambik, Angola, Liberia, Republik Demokratik Kongo, Arab Saudi, Yordania, Inggris, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Amerika Serikat, Meksiko, Venezuela, dan Brasil.

Bidang-bidang yang disurvei diantaranya adalah kebebasan berekspresi dan berserikat, hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan, dan kejahatan oleh negara atau agen-agennya, dari penyiksaan hingga penangkapan politik.

AS ternyata mendapatkan skor tinggi di bidang hak warga negara atas kesehatan dan makanan, namun rendah pada hak untuk bebas dari penyiksaan.

“Bagi orang-orang yang rata-rata menyetujui gagasan Amerika Serikat sebagai pemimpin dunia, pemimpin demokrasi, mereka mungkin akan terkejut melihat hasil ini,” kata Brook.

Sementara itu, di Asia-Pasifik, Vietnam mendapatkan skor rendah dalam bidang hak-hak pemberdayaan, kebebasan pendapat, berekspresi, dan berkumpul.

Inggris tercatat memiliki kesenjangan nyata dalam hal kualitas hidup warganya, di mana warga disabilitas berisiko besar mendapatkan pelanggaran HAM.

Australia pun menerima skor buruk atas hak untuk bebas dari penyiksaan, yang disebut HRMI sebagai “masalah serius”.

Diluncurkan pada tahun 2016, HRMI adalah proyek global kolaboratif yang dijalankan oleh akademisi dan orang-orang yang bekerja di bidang HAM. Lembagai yang didanai dari hibah ini berkomitmen untuk melacak kinerja hak asasi manusia di seluruh dunia. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*