Damaskus,LiputanIslam.com—Suriah telah melayangkan keluhannya kepada PBB tentang serangan udara terbaru Israel, menekankan bahwa serangan “pengecut” semacam itu akan gagal menghambat tekadnya untuk mempertahankan negara dan menghadapi musuh-musuhnya.

Dalam surat terpisah kepada kepala PBB dan ketua Dewan Keamanan, Kemenlu Suriah mengecam rudal yang ditembakkan oleh pesawat tempur Israel di sejumlah lokasi dekat Damaskus pada hari Jumat lalu (11/1).

Kemenlu mengatakan serangan baru itu merupakan pelanggaran mencolok terhadap Resolusi 350 Dewan Keamanan PBB, yang mengabadikan gencatan senjata antara Tel Aviv dan Damaskus, yang pertama kali diberlakukan pada 1974.

Sebuah sumber militer Suriah mengatakan kepada kantor berita resmi SANA bahwa pertahanan udara Suriah telah menghadang rudal-rudal kiriman Israel itu dan  menumbangkan sebagian besarnya.

Menurut laporan itu, agresi Israel menyebabkan kerusakan material pada salah satu gudang di Bandara Internasional Damaskus.

Pesawat-pesawat tempur Israel, yang tampaknya terhalang oleh sistem pertahanan udara Suriah, menyelinap ke wilayah udara Lebanon dan menembakkan rudal ke sasaran mereka di dalam wilayah Suriah.

Kementerian itu mengatakan tindakan Israel di Suriah tidak berbeda dengan tindakan kelompok teroris Takfiri yang melakukan perampokan di seluruh bagian negara itu.

“Provokasi serius dan agresi pengecut ini adalah bukti nyata dari fakta bahwa apa yang dilakukan Israel tidak berbeda dengan apa yang dilakukan organisasi Daesh dan Jabhat al-Nusra dalam hal metode teroris dan mengancam perdamaian dan keamanan internasional,” ucap Kemenlu Suriah.

Kementerian itu juga mengutuk dukungan AS terhadap Israel dan kebungkaman Dewan Keamanan dalam menghadapi kejahatan Israel.(fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*